DENGAN
HIKMAH IDUL FITRI[1]
Kita
Tingkatkan Iman & Taqwa Personil Polri Untuk Mewujudkan Keamanan Dan
Ketertiban Demi Terlaksananya 100 Hari Pemerintahan Sby
Oleh: Drs. Abdullah Abd.Talib, M.Ag.[2]
السلام عليكم ورحمة الله وباركاته
الله اكبر 9× الله اكبر كبيرا والحمد
لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا, لااله الاالله وحده, صدق وعده ونصر عبده واعز
جنده وهزم الاحزاب وحده. لااله الا الله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد. الحمد لله الذى خلق الانسان في احسن تقويم وهو الذى لا اله الا هو عالم
الغيب والشهادة هو الرحمن الرحيم أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله أرسله بشيرا
ونذيرا. صلاة وسلاما عليك يا رسول الله , صلاة وسلاما دائمة الى يوم القيامة: قال الله عز وجل : وهو معكم أين ما كنتم والله
بما تعملون بصرا. أما بعد فيا عباد الله
أوصيكم ونفسي بتقو الله فقد فاز المتقون
ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم. الله أكبر
لااله الا الله والله اكبر الله اكبر ولله
الحمد.
Alhamdulillah,
kita persembahkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan
rahmat, petunjuk dan kekuatan jasmani rohani. Serta salawat dan salam semoga Allah melimpahkan atas
Nabi Muhammad saw, para ahli bait, sahabat dan pengikutnya sampai akhir zaman.
Pada pagi
yang cerah ini kita berkumpul di lapangan SPN Batua ini guna melaksanakan
sahalat idul fitri, sebagai ritual pembatisan atau pembaiatan dari rangkaian
ibadah Ramadhan yang sebulan lalu kita laksanakan. Hari ini kita mengukuhkan
kembali status “asal” (fithrah) kita sebagai hamba dari sang Khalikq.
Setelah
ternodai, terbasahi dengan berbagai dosa dan terkontaminasi oleh berbagai
kesalahan selama 11 bulan yang lalu, pada Ramadhan ini kita kembali
merekontruksikan status kehambaan kita di hadapan sang Khaliq. Selama sebulan
penuh kita manfaatkan peluang untuk
perbanyak amal ibadah, melatih diri dalam berkontemplasi, beraudensi,
bermunajat serta melapor tentang hakekat diri kepada Allah dengan tujuan
semata-mata -membina kepribadian dalam rangka bertaqarrub kepada Allah.
Kita sadari bahwa terjadinya noda dan dosa yang melekat pada diri manusia
disebabkan terlalu banyaknya aktivitas kita dikabuti oleh unsur-unsur dunia
yang membebaskan hasrat keduniaan saja.
َالله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد
Bulan
Ramadhan merupakan laboratorium, markas latihan, bengkel olah diri untuk
merekontruksi kredibilitas dan kualitas diri di hadapanNya. Bulan ramadhan
telah mejadi bulan pensucian diri, bulan pendidikan olah kemanusiaan, olah
nilai-nilai sosial dengan memberikan sumbangan buka puasa atau dalam bentuk
uang bahkan berupa tenaga, olah nilai-nilai moral yang ketika berpuasa kita
senantiasa percaya diri untuk tidak melakukan berbagai pelanggaran karena Allah
selalu mengawasi segala aktivitas kita.
Oleh
karena itu setelah Ramadhan ini kita berharap memiliki hubungan khusus dan
istimewa dengan Allah swt secara akrab.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ
بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ(16)
Sungguh kami (Alah) telah
menciptakan mausia, dan kami mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya. Kami
lebih dekat kepadanya daripada urat leher mereka sendiri.
KAUM MUSLIMIN WAL
MUSLIMAH JAMAH ID
Keakraban,
kemesraan dan keintiman hubungan kita dengan Allah menjadi power dan energik
untuk memperbaiki lembaran kehidupan masa depan, terutama uji coba kemampuan
dan kejujuran kita dalam 100 hari pertama dekade pemerintahan baru ini. Dan
semoga pasca seratus hari itu akan meraih suasana dan kondisi kondusif yang
lebih baik lagi. Insya Allah.
Semua kita
berharap, setelah ramadhan ini insya Allah kita kembali meraih predikat
“manusia paripurna” insan kamil yang senantiasa merasa aman tentram dan penuh
perdamaian. Melalui proses pensucian diri selama ramadhan kita kembali merebut
kembali fitrah kita. Dengan kemanusiaan yang fitrah itu, insya Allah, Dia
berkenan dekat dengan kita, Ia hadir dalam diri kita, hadir dalam bebagai
akivitas kehidupan kita sebagaimana firman Alah swt.
....وهو معكم أين ما كنتم والله بما تعملون
بصيرا
...Dan
(Allah) itu bersama kalian di manapun kalian berada. Dan Allah itu Maha
Mengetahui atas segala sesuatu yang kalian perbuat.
Kemahahadiran
Allah itu, akan mewarnai kepribadian dan perilaku keseharian kita. Itulah masa
depan kehidupan seorang muslim, masa depan personil Polri muslim yang tangguh,
prajurit yang profesional dan proporsional, yakni kesiapan mental dan spiritual
menghadapi berbagai tantangan dan ancaman hidup, baik yang timbul dari dalam maupun
luar. Dengan prinsip seperti ini akan lahir gelora keyakinan dalam setiap jiwa
personil bahwa “kawalan, pantauan Allah” selalu bersamanya atau hadir dalam
diri mereka.
َالله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد
Personil
Polri yang ideal yang diharapkan serta yang dikehendaki dalam
era pemerintahan ini adalah personil yang memiliki kemantapan mental dan rohani
yang tajam, memiliki daya juang dan patriotisme serta komitmen dan loyalitas
yang tinggi untuk menegakkan hukum dan keadilan sebagai pelayan dan pengayom
serta pelindung masyarakat. Dengan kestabilan jasmani dan rohani yang
dimilikinya maka akan melahirkan para prajurit yang kesatria, inilah yang
diharapkan oleh Agama kita. “Bahwa maju dan mundurnya suatu bangsa sangat
ditentukan oleh agama yang dianut para pemimpin dan prajuritnya serta cara
mereka menegakkan hukum dan keadilan.
Oleh karena itu untuk lebih meningkatkan
sistem pertahanan dan ketertiban di tengah masyarakat terutama pada kalangan
personil Polri maka sungguh sangat indah apabila perasaan iman dan taqwa kepada
Allah itu selalu melekat di hati kita masing-masing. Dengan menyadari dan
selalu beriman serta bertaqwalah seseorang akan merasakan kehadiran Tuhan di
dalam dirinya. Dengan demikian maka pada hakekatnya tidak ada tempat, tak ada
hari tanpa ingat Allah subhanallah. Karena sesungguhnya Allah itu dekat pada
hamba-hambanya yang beriman.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُون
Terjemahnya:
Dan apabila hamba-hamba-Ku
bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.
Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku,
maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka
beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
َالله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد
Kita
sebagai bangsa Indonesia telah memasuki babakan baru, era baru sekaligus
menggiring kita kepada peradaban baru
(masyarakat madani) dalam suatu dinamika global. Terutama pola
pemerintahan kita “bersama kita bisa” adalah pemerintahan baru, pemerintahan
masa depan mensyaratkan terbentuknya suatu tatanan masyarakat terbuka, kritis,
rasional dan kompetatif serta kooperatif, juga memerlukan ketangguhan
kemanusiaan, kekuatan korps, keamanan nasional, masyarakat yang memiliki budaya
dan akhlak yang tinggi, taat kepada hukum serta masyarakat yang memiliki
pengawasan sosial.
HADIRIN JAMAA H ID RAHIMAKUMULLAH
Secara
realitas peristiwa akhir-akhir ini kita saksikan bahwa telah terjadinya
penurunan kualitas kemanusiaan dan akhlak sosial kita sebagai suatu bangsa, berbagai kejadian yang menjurus ke
tindak kebrutalan, seperti pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, penindasan,
intimidasi, kekerasan massa serta berbagai sugesti sosial yang bermuara ke
berbagai tindak kerusuhan, telah merusak citra manusia sejati serta menodai
bangsa yang berperadaban dan beragama kemanusiaan.
Kejadian-kejadian
itu membuktikan bahwa dalam kehidupan kolektif bermasyarakat, penghargaan
sesama mahluk Allah semakin memudar, semakin menipis belah kasih terhadap orang
lain, bahkan semakin melorot dan merosotnya rasa solidaritas sosial. Mereka
yang melakukan berbagai pelangaran itu terjebak dengan persoalan-persoalan
sepele yang di mata Allah tidak ada artinya seperti persaingan kebendaan,
persaingan kekuasaan, pangkat dan jabatan, status sosial.
Yang
aneh bin ajaib di negara kita selama ini dalam filsafat pembangunan kita yang
serba jungkir balik, yaitu kita membangun sambil merusak. Kita membangun
ekonomi bangsa, tetapi hutan kita gunduli, laut kita gali untuk penjualan pasir
legal atau ilegal. Dalam jajaran birokrasi kita
mengenal istilah waskat (pengawasan melekat), tetapi yang lebih
ironisnya adalah pihak yang mengawasi juga diawasi sehingga menggumpalah sebuah
lingkaran setan yang tak jelas ujungnya. Dalam teori, pancasila kita agungkan,
dalam realitas nilai-nilai mulianya kita injak dan kita khianati. Hal ini
terlihat adanya pragmatisme politik telah merusak bingkai moral bangsa yang
selama ini kita agungkan. Pelaksanaan otonomi daerah yang sesungguhnya
bertujuan mulia, yaitu untuk memberdayakan masyarakat luas pada tingkat lokal,
tidak jarang telah dimanfaatkan oleh sebagian pemain dan preman politik kita
yang menyuburkan KKN yang memang sudah mengurita sejak dua tiga dasawarsa yang
lalu.
َالله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد
Diharapkan
mudah-mudahan Ramadhan yang baru saja kita lalui dan suasana Idul fitri yang
kita rasakan sekarang ini telah membakar dan menghanguskan dosa dan dusta itu
untuk tidak diulangi lagi.
Dengan
syarat semua yang merasa terlibat harus komit untuk bertobat yang
sebenar-benarnya tobat dalam rangka memperbaiki bangsa ini bersama dengan
berbagai amalan-amalan terpuji, sebagaimana firman Alah SWT
فَمَنْ
تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ اللَّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ إِنَّ
اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Maka barangsiapa bertaubat (di antara
pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka
sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.
Dengan
tobat dari segala kesalahan yang pernah dilakukan, kita umat manusia dapat
mengembalikan citra kemanusiaan kita di
hadapan Allah swt. Hal ini selaras dengan firman Allah swt.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا
تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ
سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada
Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan
menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai,…
Hal lain yang merupakan moment yang tepat idul
fitri kali ini bertepatan dengan suasana pemerintahan baru yaitu pemerintahan
yang berkomitmen untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi, hak asasi dan keadilan
diseluruh lini kehidupan. Terutama dalam rangka 100 hari pemerintahan SBY ini
mudah-mudahan segala bentuk penyimpangan, kesalahan dan kekeliruan kita
terutama penyakit yang meresahkan kita adalah penyakit kolusi, korupsi dan
nepotisme yang telah kronis di berbagai instansi dan departemen, dapat dikikis
habis. Insya Allah.
Moment
ini menjadi bahan renungan bahkan secara khusus menjadi tanggungjawab Personil
Polri sebagai bagian dari penegak hukum dan keadilan untuk membantu pemerintah
dalam memberantas berbagai penyimpangan tersebut, Di sini perlu dipahami bahwa
Personil Polri sebagai bagian dari penegak hukum dan keadilan akan menjadi
jujur, kuat dan tangguh manakala dekat dengan Allah Tuhannya serta menjalankan
perintahnya dalam rangka menuju kehidupan yang lebih baik baladatun toyibatun
warabun gafur, bahagia di dunia ldan akhirat, Insya Alah Amin.Ya Rabbul Alamin.
الخطبة
الثانية
االله
اكبر 6× الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا. لااله الاالله
والله اكبر, الله اكبر ولله الحمد.الحمد لله الذى هدانا لهذا وما كنا لنهتدى لو لا
ان هدانا الله وصلاة الله وسلامه على رسوله سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين
أما بعد
Akhirnya mari kita semua menundukkan kepala berdoa
memohon magfirah dan hidayah Allah semoga kita semua termasuk dalam golongan
hamba-hamba-Nya yang diridhai.
Ya Allah, Ya Rahman Ya Rahim, segala puji hanya untukmu zat yang patut dipuja
puji, salawat dan salam atas junjungan kami Rasulullah Muhammad saw.
Ya Allah Tuhan Maha Pengampun, Kami bersimpuh di hadapan keagungan-Mu, mengadukan
diri kami yang hina berlumur dosa. Kami
sadar jika kami masih sering melanggar larangan-Mu dan mengabaikan perintah-Mu.
Tidak jarang di antara kami yang sok suci merasa tidak
pernah salah dan karena itu suka menimpakan kesalahan kepada orang lain.
Maafkan dosa-dosa kami ya Allah, sekiranya Engkau tidak memaafkan kami maka
sungguh-sunguh kami akan mengalami kesulitan yang besar tiada taranya.
Ya Allah Yang Maha Rahim maafkanlah dosa ibu-bapak kami. Rahmati ibu bapak kami, Berikan tempat yang terhormat kepada mereka
di sisi-Mu.
Ya Allah, kami kini mengalami sejumlah krisis yang
mendera kehidupan kami. Sangat banyak
hamba-Mu yang hidup menderita tanpa makanan dan minuman yang cukup, tanpa rumah
tempat berteduh yang memadai karena mereka digusur tanpa alasan rasionil. Masih banyak hamba-Mu yang menederita luar
biasa karena ulah hamba-Mu atau penguasa yang lainnya. Ekploitasi manusia terhadap manusia, Konflik
sosial masih mewarnai kehidupan kami. Perampokan, pencurian, pemerkosaan,
pembunuhan, korupsi, kolusi, nepotisme adalah setumpuk persoalan moralitas yang
kami hadapi. Sesungguhnya diantara kami
masih banyak yang suka berbuat aniaya lagi bodoh.
Ya Allah, bukalah pintu hati kami untuk menerima
petunjuk-Mu. Sinari hati dan pikiran
kami dengan cahaya petunjuk-Mu. Ajarilah
kami cara terbaik untuk saling menghormati dan saling menyayangi. Hanya Engkaulah yang dapat menolong kami
keluar dari malapetaka yang sedang melanda kehidupan kami.
Ya Allah kami berdoa dengan menyebut nama-nama baikMu
seperti Engkau sukai, kabulkan do’a kami seperti yang Engkau janjikan, dan
Ampunilah dosa dan kelalaian kami Ya Allah.
اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات
والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب ومجيب الدعوات يا قاضي
الحاجات. ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين
والحمد لله رب العالمين. الله أكبر لا إله
إلا الله, الله أكبر, الله أكبر ولله
الحمد.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar