Minggu, 29 Maret 2015

hikmah idul fitri



DENGAN HIKMAH IDUL FITRI[1]
Kita Tingkatkan Iman & Taqwa Personil Polri Untuk Mewujudkan Keamanan Dan Ketertiban Demi Terlaksananya 100 Hari Pemerintahan Sby
Oleh: Drs. Abdullah Abd.Talib, M.Ag.[2]

السلام عليكم ورحمة الله وباركاته

الله اكبر 9× الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا, لااله الاالله وحده, صدق وعده ونصر عبده واعز جنده وهزم الاحزاب وحده. لااله الا الله والله اكبر  الله اكبر ولله الحمد. الحمد لله الذى خلق الانسان في احسن تقويم وهو الذى لا اله الا هو عالم الغيب والشهادة هو الرحمن الرحيم أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له  وأشهد أن محمدا عبده ورسوله أرسله بشيرا ونذيرا. صلاة وسلاما عليك يا رسول الله , صلاة وسلاما دائمة الى يوم القيامة:  قال الله عز وجل : وهو معكم أين ما كنتم والله بما تعملون بصرا.  أما بعد فيا عباد الله أوصيكم ونفسي بتقو الله فقد فاز المتقون  ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم. الله أكبر لااله الا الله والله اكبر  الله اكبر ولله الحمد.

Alhamdulillah, kita persembahkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat, petunjuk dan kekuatan jasmani rohani. Serta salawat dan salam semoga Allah melimpahkan atas Nabi Muhammad saw, para ahli bait, sahabat dan pengikutnya sampai akhir zaman.
Pada pagi yang cerah ini kita berkumpul di lapangan SPN Batua ini guna melaksanakan sahalat idul fitri, sebagai ritual pembatisan atau pembaiatan dari rangkaian ibadah Ramadhan yang sebulan lalu kita laksanakan. Hari ini kita mengukuhkan kembali status “asal” (fithrah) kita sebagai hamba dari sang Khalikq.
Setelah ternodai, terbasahi dengan berbagai dosa dan terkontaminasi oleh berbagai kesalahan selama 11 bulan yang lalu, pada Ramadhan ini kita kembali merekontruksikan status kehambaan kita di hadapan sang Khaliq. Selama sebulan penuh kita manfaatkan peluang untuk  perbanyak amal ibadah, melatih diri dalam berkontemplasi, beraudensi, bermunajat serta melapor tentang hakekat diri kepada Allah dengan tujuan semata-mata -membina kepribadian dalam rangka bertaqarrub kepada Allah. Kita sadari bahwa terjadinya noda dan dosa yang melekat pada diri manusia disebabkan terlalu banyaknya aktivitas kita dikabuti oleh unsur-unsur dunia yang membebaskan hasrat keduniaan saja.

َالله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Bulan Ramadhan merupakan laboratorium, markas latihan, bengkel olah diri untuk merekontruksi kredibilitas dan kualitas diri di hadapanNya. Bulan ramadhan telah mejadi bulan pensucian diri, bulan pendidikan olah kemanusiaan, olah nilai-nilai sosial dengan memberikan sumbangan buka puasa atau dalam bentuk uang bahkan berupa tenaga, olah nilai-nilai moral yang ketika berpuasa kita senantiasa percaya diri untuk tidak melakukan berbagai pelanggaran karena Allah selalu mengawasi segala aktivitas kita.
Oleh karena itu setelah Ramadhan ini kita berharap memiliki hubungan khusus dan istimewa dengan Allah swt secara akrab.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ(16)
Sungguh kami (Alah) telah menciptakan mausia, dan kami mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya. Kami lebih dekat kepadanya daripada urat leher mereka sendiri.
KAUM MUSLIMIN WAL MUSLIMAH JAMAH ID
Keakraban, kemesraan dan keintiman hubungan kita dengan Allah menjadi power dan energik untuk memperbaiki lembaran kehidupan masa depan, terutama uji coba kemampuan dan kejujuran kita dalam 100 hari pertama dekade pemerintahan baru ini. Dan semoga pasca seratus hari itu akan meraih suasana dan kondisi kondusif yang lebih baik lagi. Insya Allah.
Semua kita berharap, setelah ramadhan ini insya Allah kita kembali meraih predikat “manusia paripurna” insan kamil yang senantiasa merasa aman tentram dan penuh perdamaian. Melalui proses pensucian diri selama ramadhan kita kembali merebut kembali fitrah kita. Dengan kemanusiaan yang fitrah itu, insya Allah, Dia berkenan dekat dengan kita, Ia hadir dalam diri kita, hadir dalam bebagai akivitas kehidupan kita sebagaimana firman Alah swt.
....وهو معكم أين ما كنتم والله بما تعملون بصيرا
...Dan  (Allah) itu bersama kalian di manapun kalian berada. Dan Allah itu Maha Mengetahui atas segala sesuatu yang kalian perbuat.
Kemahahadiran Allah itu, akan mewarnai kepribadian dan perilaku keseharian kita. Itulah masa depan kehidupan seorang muslim, masa depan personil Polri muslim yang tangguh, prajurit yang profesional dan proporsional, yakni kesiapan mental dan spiritual menghadapi berbagai tantangan dan ancaman hidup, baik yang timbul dari dalam maupun luar. Dengan prinsip seperti ini akan lahir gelora keyakinan dalam setiap jiwa personil bahwa “kawalan, pantauan Allah” selalu bersamanya atau hadir dalam diri mereka.

َالله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Personil Polri yang ideal yang diharapkan serta yang dikehendaki dalam era pemerintahan ini adalah personil yang memiliki kemantapan mental dan rohani yang tajam, memiliki daya juang dan patriotisme serta komitmen dan loyalitas yang tinggi untuk menegakkan hukum dan keadilan sebagai pelayan dan pengayom serta pelindung masyarakat. Dengan kestabilan jasmani dan rohani yang dimilikinya maka akan melahirkan para prajurit yang kesatria, inilah yang diharapkan oleh Agama kita. “Bahwa maju dan mundurnya suatu bangsa sangat ditentukan oleh agama yang dianut para pemimpin dan prajuritnya serta cara mereka menegakkan hukum dan keadilan.
 Oleh karena itu untuk lebih meningkatkan sistem pertahanan dan ketertiban di tengah masyarakat terutama pada kalangan personil Polri maka sungguh sangat indah apabila perasaan iman dan taqwa kepada Allah itu selalu melekat di hati kita masing-masing. Dengan menyadari dan selalu beriman serta bertaqwalah seseorang akan merasakan kehadiran Tuhan di dalam dirinya. Dengan demikian maka pada hakekatnya tidak ada tempat, tak ada hari tanpa ingat Allah subhanallah. Karena sesungguhnya Allah itu dekat pada hamba-hambanya yang beriman.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُون

Terjemahnya:
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

َالله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Kita sebagai bangsa Indonesia telah memasuki babakan baru, era baru sekaligus menggiring kita kepada peradaban baru  (masyarakat madani) dalam suatu dinamika global. Terutama pola pemerintahan kita “bersama kita bisa” adalah pemerintahan baru, pemerintahan masa depan mensyaratkan terbentuknya suatu tatanan masyarakat terbuka, kritis, rasional dan kompetatif serta kooperatif, juga memerlukan ketangguhan kemanusiaan, kekuatan korps, keamanan nasional, masyarakat yang memiliki budaya dan akhlak yang tinggi, taat kepada hukum serta masyarakat yang memiliki pengawasan sosial.
HADIRIN JAMAA H ID RAHIMAKUMULLAH
Secara realitas peristiwa akhir-akhir ini kita saksikan bahwa telah terjadinya penurunan kualitas kemanusiaan dan akhlak sosial kita sebagai suatu  bangsa, berbagai kejadian yang menjurus ke tindak kebrutalan, seperti pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, penindasan, intimidasi, kekerasan massa serta berbagai sugesti sosial yang bermuara ke berbagai tindak kerusuhan, telah merusak citra manusia sejati serta menodai bangsa yang berperadaban dan beragama kemanusiaan.
Kejadian-kejadian itu membuktikan bahwa dalam kehidupan kolektif bermasyarakat, penghargaan sesama mahluk Allah semakin memudar, semakin menipis belah kasih terhadap orang lain, bahkan semakin melorot dan merosotnya rasa solidaritas sosial. Mereka yang melakukan berbagai pelangaran itu terjebak dengan persoalan-persoalan sepele yang di mata Allah tidak ada artinya seperti persaingan kebendaan, persaingan kekuasaan, pangkat dan jabatan, status sosial.
Yang aneh bin ajaib di negara kita selama ini dalam filsafat pembangunan kita yang serba jungkir balik, yaitu kita membangun sambil merusak. Kita membangun ekonomi bangsa, tetapi hutan kita gunduli, laut kita gali untuk penjualan pasir legal atau ilegal. Dalam jajaran birokrasi kita  mengenal istilah waskat (pengawasan melekat), tetapi yang lebih ironisnya adalah pihak yang mengawasi juga diawasi sehingga menggumpalah sebuah lingkaran setan yang tak jelas ujungnya. Dalam teori, pancasila kita agungkan, dalam realitas nilai-nilai mulianya kita injak dan kita khianati. Hal ini terlihat adanya pragmatisme politik telah merusak bingkai moral bangsa yang selama ini kita agungkan. Pelaksanaan otonomi daerah yang sesungguhnya bertujuan mulia, yaitu untuk memberdayakan masyarakat luas pada tingkat lokal, tidak jarang telah dimanfaatkan oleh sebagian pemain dan preman politik kita yang menyuburkan KKN yang memang sudah mengurita sejak dua tiga dasawarsa yang lalu.

َالله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Diharapkan mudah-mudahan Ramadhan yang baru saja kita lalui dan suasana Idul fitri yang kita rasakan sekarang ini telah membakar dan menghanguskan dosa dan dusta itu untuk tidak diulangi lagi.
Dengan syarat semua yang merasa terlibat harus komit untuk bertobat yang sebenar-benarnya tobat dalam rangka memperbaiki bangsa ini bersama dengan berbagai amalan-amalan terpuji, sebagaimana firman Alah SWT
فَمَنْ تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ اللَّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dengan tobat dari segala kesalahan yang pernah dilakukan, kita umat manusia dapat mengembalikan citra kemanusiaan kita  di hadapan Allah swt. Hal ini selaras dengan firman Allah swt.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,…
 Hal lain yang merupakan moment yang tepat idul fitri kali ini bertepatan dengan suasana pemerintahan baru yaitu pemerintahan yang berkomitmen untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi, hak asasi dan keadilan diseluruh lini kehidupan. Terutama dalam rangka 100 hari pemerintahan SBY ini mudah-mudahan segala bentuk penyimpangan, kesalahan dan kekeliruan kita terutama penyakit yang meresahkan kita adalah penyakit kolusi, korupsi dan nepotisme yang telah kronis di berbagai instansi dan departemen, dapat dikikis habis. Insya Allah.
Moment ini menjadi bahan renungan bahkan secara khusus menjadi tanggungjawab Personil Polri sebagai bagian dari penegak hukum dan keadilan untuk membantu pemerintah dalam memberantas berbagai penyimpangan tersebut, Di sini perlu dipahami bahwa Personil Polri sebagai bagian dari penegak hukum dan keadilan akan menjadi jujur, kuat dan tangguh manakala dekat dengan Allah Tuhannya serta menjalankan perintahnya dalam rangka menuju kehidupan yang lebih baik baladatun toyibatun warabun gafur, bahagia di dunia ldan akhirat, Insya Alah Amin.Ya Rabbul Alamin.


الخطبة الثانية

االله اكبر 6× الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا. لااله الاالله والله اكبر, الله اكبر ولله الحمد.الحمد لله الذى هدانا لهذا وما كنا لنهتدى لو لا ان هدانا الله وصلاة الله وسلامه على رسوله سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين أما بعد 
Akhirnya mari kita semua menundukkan kepala berdoa memohon magfirah dan hidayah Allah semoga kita semua termasuk dalam golongan hamba-hamba-Nya yang diridhai.
Ya Allah, Ya Rahman Ya Rahim, segala puji hanya untukmu zat yang patut dipuja puji, salawat dan salam atas junjungan kami Rasulullah Muhammad saw.
Ya Allah Tuhan Maha Pengampun, Kami bersimpuh di hadapan keagungan-Mu, mengadukan diri kami yang hina berlumur dosa.  Kami sadar jika kami masih sering melanggar larangan-Mu dan mengabaikan perintah-Mu.
Tidak jarang di antara kami yang sok suci merasa tidak pernah salah dan karena itu suka menimpakan kesalahan kepada orang lain.
Maafkan dosa-dosa kami ya Allah,  sekiranya Engkau tidak memaafkan kami maka sungguh-sunguh kami akan mengalami kesulitan yang besar tiada taranya.
Ya Allah Yang Maha Rahim maafkanlah dosa ibu-bapak kami.  Rahmati ibu bapak kami,  Berikan tempat yang terhormat kepada mereka di sisi-Mu.
Ya Allah, kami kini mengalami sejumlah krisis yang mendera kehidupan kami.  Sangat banyak hamba-Mu yang hidup menderita tanpa makanan dan minuman yang cukup, tanpa rumah tempat berteduh yang memadai karena mereka digusur tanpa alasan rasionil.  Masih banyak hamba-Mu yang menederita luar biasa karena ulah hamba-Mu atau penguasa yang lainnya.  Ekploitasi manusia terhadap manusia, Konflik sosial masih mewarnai kehidupan kami. Perampokan, pencurian, pemerkosaan, pembunuhan, korupsi, kolusi, nepotisme adalah setumpuk persoalan moralitas yang kami hadapi.  Sesungguhnya diantara kami masih banyak yang suka berbuat aniaya lagi bodoh.
Ya Allah, bukalah pintu hati kami untuk menerima petunjuk-Mu.  Sinari hati dan pikiran kami dengan cahaya petunjuk-Mu.  Ajarilah kami cara terbaik untuk saling menghormati dan saling menyayangi.  Hanya Engkaulah yang dapat menolong kami keluar dari malapetaka yang sedang melanda kehidupan kami.
Ya Allah kami berdoa dengan menyebut nama-nama baikMu seperti Engkau sukai, kabulkan do’a kami seperti yang Engkau janjikan, dan Ampunilah dosa dan kelalaian kami Ya Allah.
اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب ومجيب الدعوات يا قاضي الحاجات. ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.  سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين.  الله أكبر لا إله إلا الله, الله  أكبر, الله أكبر ولله الحمد.





[1]Dibacakan pada khutbah Idul Fitri 1 Syawal 1425 H/14 Nopember 2004 di Lapangan SPN Batua Makassar Sul-Sel.
[2] Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin makassar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar